CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Rabu, 23 Juli 2008

~ Kebodohan adalah Akar Kemiskinan ~

Orang bodoh bukanlah orang yang tidak memiliki
pengetahuan sama sekali.
Orang bodoh adalah orang yang sudah merasa puas
dengan pengetahuan yang sudah dicapai.

Selanjutnya, orang miskin bukanlah orang yang
tidak memiliki apapun.
Orang miskin adalah orang yang merasa tidak mampu
mencapai sesuatu yang lebih baik.
Saya lebih menyukai tulisan ini dianggap sebagai sebuah
bahan diskusi yang bisa didukung atau dibantah.
Saya menganggapnya demikian karena karena luasnya
definisi kebodohan begitu juga definisi kemiskinan.

Untuk alasan tertentu, orang pintar tidak selalu kaya
dan orang miskin juga tidak selalu bodoh.
Oleh karena itu, berdasarkan pengamatan dan riset,
setidaknya saya mencatat lima (5) kebodohan yang
menyebabkan orang-orang menjadi miskin.

1. Bodoh menentukan prioritas.
Salah satu penyebab gagalnya orang dalam belajar maupun
bekerja adalah masalah penentuan prioritas.
Banyak sekali orang-orang yang tidak mampu menentukan
mana pekerjaan yang seharusnya diselesaikan terlebih dahulu.
Ada banyak juga orang yang tidak mampu mendefinisikan
mana saja pekerjaan yang harus diselesaikan nanti atau
diselesaikan bersamaan.
Kemampuan menentukan prioritas tidak hanya didasarkan
pada jenis pekerjaan, tapi juga faktor situasi, kondisi dan
kemampuan dari orang yang bersangkutan.
Kegagalan menentukan prioritas menyebabkan kehancuran.
Ini adalah kebodohan yang banyak dilakukan oleh orang
yang punya pekerjaan, bukan orang pengangguran.

2. Bodoh melakukan negosiasi.
Kemampuan negosiasi yang dimaksud disini adalah
kemampuan untuk melihat sejauh mungkin keuntungan
yang akan didapat oleh rekan negosiasi kita
disamping hal yang lain yang juga sama pentingnya adalah
menjaga dan memastikan kita juga dapat mencapai
kepentingan sendiri.
Negosiasi yang baik tentunya adalah negosiasi yang
menghasilkan keuntungan di semua pihak yang terlibat.
Kesalahan kita menentukan negosiasi, menyebabkan
kerugian yang tidak sedikit untuk kita.

3. Bodoh karena tidak bijaksana.
Pintar tidak sama dengan bijaksana.
Bijaksana adalah sebuah keputusan yang diambil karena
pertimbangan yang matang dan memikirkan banyak faktor.
Sebuah peraturan yang baik adalah peraturan yang dibuat
berdasarkan kepentingan bersama atau karena sebuah
kepentingan yang lebih besar lagi.
Bijaksana artinya kita dapat menjalankan keputusan dan
berhasil mencapai tujuan yang lebih baik dengan resiko
yang sekecil-kecilnya atau bahkan tidak ada.

4. Bodoh memanfaatkan Otoritas.
Menurut John Maxwell, Seorang pemimpin adalah
seorang pelayan untuk orang-orang yang dipimpinnya.
Disisi lain, seorang pemimpin adalah seseorang yang
diberi dan memiliki hak khusus yakni otoritas.
Orang yang bodoh adalah orang yang tidak mengerti
otoritas yang diberikan kepadanya.
Sebuah otoritas adalah sebuah kesempatan yang
diberikan untuk kita agar kita dapat menentukan
keputusan untuk memberikan pelayanan yang terbaik
untuk orang-orang yang kita pimpin.
Sekali kita salah menentukan fungsi otoritas,
kita akan terjebak dalam kebodohan dihadapan
anak-anak buah yang kita pimpin.
Demikian juga dalam sebuah keluarga,
ayah adalah orang yang memiliki otoritas dalam keluarga.
Ayah yang tidak dapat mengambil keputusan untuk keluarga
adalah ayah yang bodoh.

5. Bodoh melihat kemampuan orang lain.
Kebodohan karena menganggap diri sendiri adalah
manusia super yang dapat melakukan segalanya sendirian.
Ketika kita gagal membuka kesempatan kepada orang lain
untuk berkarya, kita sedang membodohi diri kita sendiri.
Bagaimanapun juga, kita butuh orang lain.
Suami butuh istri.
Teman yang saling mendukung dan membangun.
Komunitas yang saling melengkapi dan bertumbuh.
Sobat yang menasehati, menegur dan memuji.

Kemiskinan tidak selamanya diukur dengan uang.
Idealnya adalah kaya dan dapat menikmatinya dalam Tuhan.
Sebaliknya,
Tuhan juga tidak menghendaki kita menjadi bodoh,
karena kebodohan hanya akan membuat kita miskin
akan hadirat dan penyertaan Tuhan.
Kebodohan juga hanya akan membawa kita kepada
ketidak percayaan kita akan kekuasaan Tuhan.
Dan hanya orang bodoh yang selalu menyalahkan Tuhan
untuk setiap ketidak adilan yang terjadi.
Itu sebabnya Tuhan tidak menghendaki kebodohan.


Jadilah pintar, sobat.
Pintar memahami kehendak Tuhan... :-)

GOD BLESS YOU..........


regards,
~ Benny ~

2 comments:

James Wiguna mengatakan...

artikelnya menarik,bung...:D

Anonim mengatakan...

orang bodoh akan selalu dijajah oleh orang pintar,

dan orang miskin akan selalu dijajah oleh orang kaya